APA Dari Civitas Akademika UMM?

MATAMEDIA- RI.com 
CINTA, Sang Penerang 

Perih cinta inilah yang membuka takbir hasrat pecinta:

Tiada penyakit yang dapat menyamai dukacita hati ini.

Cinta adalah sebuah penyakit karena berpisah, isyarat

Dan astrolabium rahasia-rahasia Ilahi.

Apakah dari jamur langit atau dari jamur bumi,

Cintalah yang membingbing kita ke sana pda akhirnya.

Akal ‘kan sia-sia bahkan menggelepar ‘tuk menerangkan Cinta

Bagai keledai dalam lumpur: Cinta adalah sang penerang Cinta itu sendiri.

Bukankah matahari yang menyatakan dirinya matahari?

Perhatikanlah ia! Seluruh bukit yang kau cari ada di sana.

–Jalaluddin Rumi–

Rubrik APA? di bulan Februari berisi pertanyaan “Penting gak sih masyarakat Indonesia ngerayain Valentine Day?”

Setelah kamaren dari UNKRIS, kali ini yang telah menjawab pertanyaan dari keredaksian kami berasal dari Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang:

 

“Tidak, karena menurut agama saya tidak dianjurkan”

Reka Fara, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang, Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan, Program Studi Bimbingan Konsling.

 

“Tidak penting, karena menurut pendapat saya perayaan valentine day tidak sesuai dengan kultur Indonesia. Terlebih dalam Islam, valentine day cenderung lebih melegalkan pada kebebasan pergaulan dan melupakan norma-norma yang ada di masyarakat.”

M. Rizal, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang, Fakultas Ekonomi, Program Studi Manajemen.

 

“Tidak, karena di dalam Islam tidak pernah dianjurkan untuk merayakan valentine day.”

Redno, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang, Fakultas Ekonomi, Program Studi Manajemen.

 

“Iya setuju, karena sosial dan kemanusian.”

Ahmad Ainul Yaqin, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang, Fakultas Ekonomi, Program Studi Manajemen.

 

“Menurut saya,  valentine day tidak penting, karena umat Islam tidak merayakan hari kasih sayang sebab di dalam Islam kasih sayang itu setiap hari.”

Audia Khaqqi, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang, Fakultas Ekonomi, Program Studi Manajemen.

 

Kontributor: Edo Wardi Muhammadiyah Magelang, Fakultas Ekonomi, Program Studi Manajemen.

Tinggalkan Balasan