APA? Dari Civitas Akademika STPP

MATAMEDIA- RI.com – Rubrik APA? di bulan November mengangkat tema Pahlawan Nasional. Dengan sebuah pertanyaan “Apa Makna Hari Pahlawan Nasional Bagi Kamu?” Pertanyaan tersebut akan kami arahkan ke pihak-pihak yang berada dalam lingkup Civitas Akademika.

“Bagaimanaa cara kita mensyukurinya adalah dengan bagaimana sikap kita untuk mengisi kemerdekaan yang telah mereka raih, Yaitu dengan tindakan nyata.  Aksi nyata kita, sebagai pemuda. Dengan  bidang keilmuan kita, maka fokuskan dan kembangkan lebih maju. Ketika semua bidang itu disatukan, maka akan membentuk satu kekuattan untuk memajukan negeri menuju  Indonesia yang makmur dan sejahtera.”

– Rohmat Hidayat,Mahasiswa STPP Jurluhtan Yogyakarta-

 

“Pahlawan itu seseorang yang rela berkorban jiwa dan raganya untuk perjuangan yang dicapainya, pahlawan itu bisa lahir dari lingkaran kecil yang tiada arti dan bisa juga dari lingkaran besar yang mempunyai arti, tetapi menimbulkan sudut-sudut yang lain bersatu satu sama lain sehingga bisa membentuk kekuatan yang sempurna demi perjuangan dan pengorbanan.”

-Denes Mahasiswa, BPM komisi pengawasan BEM dan Provos-

 

“Menurutku itu hari pahlawan ga cuma sebagai upacara mengenang jasa pahlawan. Tapi juga sebagai salah satu hari dimana kita sebagai pemuda tentunya bertanya kepada diri sendiri apa yang telah diberikan baik untuk diri sendiri, maupun keluarga bahkan negara. Konteks saat ini berbeda, dengan jaman dahulu pahlawan berjuang dengan bambu runcing, sedangkan saat ini kita berjuang dalam menghadapi masalah kehidupan bernegara.

Saat ini Indonesia butuh pahlawan yang mampu berjuang melawan korupsi… Yang mampu memberantas korupsi. Ya, korupsi bagi saya adalah masalah terbesar dan hanya pahlawan yang mampu mengatasi hal itu. Karakteristik pahlawan tentunya jujur, berani, rela berkorban dan pastinya cerdas. Setiap orang harus bisa menjadi pahlawan paling tidak untuk diri sendiri dan keluarga.”

-Mutia Ayu Safitri, BEM  STPP Jurluhtan Yogyakarta-

 

 

“Pahlawan merupakan pejuang yang tak mengenal lelah buat menaklukan lawan yang kuat dan mengerikan, tapi ia tetap berjuang bahkan mati untuk semua orang demi kebebasan yang dia kasihi.”

-Maria Sakebti, BEM STPP Jurluhtan Yogyakarta-

 

“Pahlawan adalah karunia dari Tuhan. Sosok manusia berhati mulia dan pejuang. Pemberani dan berhati suci. Bagaimana bisa dalam hati manusia-manusia ini, orang banyak yang disayanginya jauh lebih berharga dari pada diri mereka sehingga mereka dengan rela dan pasrah mengorbankan dirinya?

10 November memanglah diperingati sebagai wujud penghargaan dan pengenangan simbolis bangsa Indonesia ntuk mengenang jasa,  mereka sehingga rakyat kini bisa merasakan kehidupan yang hebat seperti saat ini. Namun bagaimana dengan kita? Apakah kita bisa menjadi seperti mereka? Ya, generasi muda juga adalah pejuang masa depan Indonesia  yang akan selalu terlibat dalam perjalanan perjuangan kehidupan bangsa.

Apakah generasi bangsa juga pahlawan? Itu tergantung pada mereka, sejauh apa pemberian mereka terhadap negeri.”

– Halimah Nur Hidayati, Mahasiswa STPP Jurluhtan Yogyakarta-

 

(Latifah)

Tinggalkan Balasan